Bahasasastraindonesia.com

Pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia

Jumat, 11 Maret 2016

Pengertian Pantun dan Contohnya

Pengertian Pantun dan Contohnya- Apa itu pantun?, pantun adalah salah satu jenis puisi lama yang sangat luas dikenal dalam bahasa-bahasa Nusantara. Pantun berasal dari kata patuntun dalam bahasa Minangkabau yang berarti "petuntun". Dalam bahasa Jawa, misalnya, dikenal sebagai parikan, dalam bahasa Sunda dikenal sebagai paparikan, dan dalam bahasa Batak dikenal sebagai umpasa (baca: uppasa). Lazimnya pantun terdiri atas empat larik (atau empat baris bila dituliskan), setiap baris terdiri dari 8-12 suku kata, bersajak akhir dengan pola a-b-a-b dan a-a-a-a (tidak boleh a-a-b-b, atau a-b-b-a). Pantun pada mulanya merupakan sastra lisan namun sekarang dijumpai juga pantun yang tertulis. Ciri lain dari sebuah pantun adalah pantun tidak terdapat nama penulis. Hal ini dikarenakan penyebaran pantun dilakukan secara lisan.

Semua bentuk pantun terdiri atas dua bagian: sampiran dan isi. Sampiran adalah dua baris pertama, kerap kali berkaitan dengan alam (mencirikan budaya agraris masyarakat pendukungnya), dan biasanya tak punya hubungan dengan bagian kedua yang menyampaikan maksud selain untuk mengantarkan rima/sajak. Dua baris terakhir merupakan isi, yang merupakan tujuan dari pantun tersebut. ( Wikipedia.org )

Pengertian Pantun dan Contohnya

Dalam bahasa Jawa, kata "pantun" juga sebagai bahasa krama inggilnya padi, yang mana bahasa ngokonya padi adalah pari.

Kumpulan Contoh Pantun

1. Pantun tentang hutang budi 

Pisang emas bawa berlayar
Masak sebiji di dalam peti
Utang emas dapat dibayar
Utang budi dibawa mati


2. Pantun tentang menjaga lingkungan

Anak-anak bermain balon,
warnanya hijau, merah dan biru.
Banyak-banyaklah menanam pohon,
Agar udara segar selalu.

3. Pantun nasehat tentang pentingnya sembahyang ( contoh pantun agama Islam )

Asam kadis asam gelugur
Ketiga asam riang-riang.
Menangis di pintu kubur,
Teringat badan, tidak sembahyang

4. Pantun tentang Ibu

Dibawa itik pulang petang
Dapat di rumput bilang-bilang
Melihat ibu sudah datang
Hati cemas menjadi hilang

5. Pantun tentang persahabatan sejati
Semut hidup di lubang batu
Mencari makan di dalam tanah
Mari kawan, kita bersatu
Agar tak mudah diadu

6. Pantun tentang dusta

Buah semangka dibelah dua,
Bunga cempaka jatuh di sumur.
Barang siapa suka berdusta,
akan celaka sepanjang umur.

7. Pantun tentang elang

Jual baju membeli tali
Tali hilang di atas atap
Sejak elang berbadan tegap
Banyak ayam yang lari

8. Pantun tentang jangan ragu

Berangan besar di dalam padi,
Rumput buluk dibuat pagar.
Janganlah ragu di dalam hati,
Maklumlah aku baru belajar.

Demikian tentang Pengertian dan Contoh Pantun. Semoga bermanfaat

Back To Top